Salah satu kerjaan saya di Afrika Selatan adalah termasuk
ngurusin commercial diplomacy, dimana salah satunya adalah door to door ke
kamar - kamar dagang di Afrika Selatan sehingga ujung - ujungnya mereka mau
investasi langsung (FDI) di Indonesia atau minimal ngimpor barang - barang
Indonesia.
Tapi seperti yang sudah kita duga, banyak orang Afrika
Selatan ngga ngerti sama sekali tentang Indonesia, bahkan parahnya ada yang
nyangka Indonesia itu salah satu dari provinsinya Malingsia. Sehingga mau
jualan apa juga, yang sebenernya mereka sangat butuhkan, kayak contohnya : Alat
Penghilang Bau Badan !!!! (nadanya kayak doraemon ngeluarin barang dari kantong
ajaib), mereka ngga akan beli dari Indonesia, karena mereka ngga tau dimana
Indonesia dan makanan apakah Indonesia itu ?
Makanya ketika metode yang dilakukan adalah "jualan"
dan pamer insentif investasi, yang ada malah mereka mainan "angry
bird", "flappy bird", atau bahkan bird bird yang lain pas lagi
meeting. Akhirnya kita sadari bahwa Pemerintah harus memulai dari garukan
(start from the scratch) untuk memberitahukan kepada masyarakat Afsel yang
kuper, betapa kerennya Indonesia, dan betapa Indonesia membuat bule - bule
jalan jaksa dan poppy's allety di bali ga mau pulang saking ajib nya.
Branding kita lakukan dari kerennya pemandangan alam
Indonesia, mereka kelihatan takjub, wow......., upaya branding kedua kita
lakukan dengan menunjukan kestabilan ekonomi makro dan memberikan contoh
bagaimana Indonesia dengan canggihnya menyelesaikan masalah mereka.
wow.........terdengar ketakjuban dimana mana. Ketiga, kita branding Indonesia
dengan mudahnya berinvestasi di Indonesia beserta insentifnya,
wow..........terdengar kekaguman lagi. TAPI....begitu tanya jawab, dan network
making session tidak ada pertanyaan yang berarti, semua terdengar asal tanya
dan minta kartu nama saja.
Di tengah kebingungan dan keputusasaan untuk membangun citra
Indonesia yang menggigit, akhirnya ditemukan suatu pola. Ternyata hampir di
setiap presentasi dan promosi, selalu ada celetukan, suit - suitan, dan bahkan
pertanyaan yang malu - malu (tapi selalu ada), yaitu : Why Indonesian Woman is
Beautiful, Unlike M**ay*ian, its like everyone of you can be an actress
(summary dari semua pernyataan). Bahkan ngga sedikit yang minta dicariin istri
(true story!).
Akhirnya kita mengubah pola presentasi, yaitu dengan
"Indonesian Beauty" sebagai attention grabber., yaitu mengedit video
promosi ekonomi Indonesia yang isinya wanita - wanita dengan kecantikan asli
Indonesia. Dimana wanita Indonesia disamping terlihat anggun, tapi juga
profesional, dan berdedikasi tinggi, dan juga AGATHA style (anak gaool jakarta
:))
Hasilnya luar biasa
!!! akhirnya banyak pertanyaan - pertanyaan yang terlihat sincere. Dan ketika
di awal, sebagai intermezzo acara diputarkan video clip raisa yang bahasa
inggris, semuanya pada nanya....wuidih saha eta neng geulis (terjemahan
langsung), dan suara dan lagunya enak banget. Tanpa sengaja kita sudah promosi
ekonomi kreatif.
Setelah dipikir - pikir, brand association wanita
cantik/pria ganteng dan motivasi pengenalan kita terhadap suatu negara juga
kena banget ke orang - orang Indonesia. Udah berapa ibu rumah tangga dan ABG
yang tumbang oleh drama korea yang dibintangi laki - laki yang kejantanannya
dipertanyakan tapi berponi menawan. Efek dari itu, begitu banyak drama korea
diunduh, dibeli, dan diedarkan. Efek dari itu, berapa banyak wanita - wanita
memaksakan diri belajar bahasa korea, yang secara fungsi adalah bahasa yang
cuman bisa dipake di Korea. Percaya tidak percaya.....banyak sekali wanita -
wanita berlogat purbalingga....manggil tetangga lakinya yang suka narik becak
dan ojek liar dengan panggilan.....OPPA! (hoek banget ngga sih). Dengan suatu
negara dikenal dengan baik dan dijadikan basis fanatisme, hal tersebut
berpengaruh pada produk - produk dan APAPUN yang berasosiasi dengan negara
tersebut.
Mudah mudahan ini awal dari gema branding Indonesia yang
kuat di negara "down under" Afrika ini.
Jualan tampang duluan emang ngena ya Dib
ReplyDeleteBener banget mba
DeleteYah baru mikir sekarang.. Katanya fansnya afgan. Kan udah diajarin sama afgan. "Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku".. :))
ReplyDeleteCiee yang demen afgan
DeleteMantab analisa dan tulisannya, pak. Jadi inget materi perkuliahan dulu. Klo boleh saya share ya di sosmed...
ReplyDeleteHehhehe boleh banget dong monaa
DeleteNice article! Setiap gw ketemu dengan counterpart dari Kadin2 Polandia pertanyaan pertama yang gw ajukan adalah "kata apa yang pertama kali muncul dalam benak anda ketika saya sebut Indonesia". Miris banget ketika mendengar jawaban "tsunami and earthquake".
ReplyDeletePendekatan gw agak beda untuk menunjukkan potensi Indonesia, lebih dengan menggambarkan Indonesia yang modern. Mereka sampai terkagum tidak menyangka bahwa Indonesia merupakan negara "maju".