Wednesday, 7 May 2014

Wanita Cantik dan Branding Indonesia di Afrika Selatan


Salah satu kerjaan saya di Afrika Selatan adalah termasuk ngurusin commercial diplomacy, dimana salah satunya adalah door to door ke kamar - kamar dagang di Afrika Selatan sehingga ujung - ujungnya mereka mau investasi langsung (FDI) di Indonesia atau minimal ngimpor barang - barang Indonesia.

Tapi seperti yang sudah kita duga, banyak orang Afrika Selatan ngga ngerti sama sekali tentang Indonesia, bahkan parahnya ada yang nyangka Indonesia itu salah satu dari provinsinya Malingsia. Sehingga mau jualan apa juga, yang sebenernya mereka sangat butuhkan, kayak contohnya : Alat Penghilang Bau Badan !!!! (nadanya kayak doraemon ngeluarin barang dari kantong ajaib), mereka ngga akan beli dari Indonesia, karena mereka ngga tau dimana Indonesia dan makanan apakah Indonesia itu ?

Makanya ketika metode yang dilakukan adalah "jualan" dan pamer insentif investasi, yang ada malah mereka mainan "angry bird", "flappy bird", atau bahkan bird bird yang lain pas lagi meeting. Akhirnya kita sadari bahwa Pemerintah harus memulai dari garukan (start from the scratch) untuk memberitahukan kepada masyarakat Afsel yang kuper, betapa kerennya Indonesia, dan betapa Indonesia membuat bule - bule jalan jaksa dan poppy's allety di bali ga mau pulang saking ajib nya.

Branding kita lakukan dari kerennya pemandangan alam Indonesia, mereka kelihatan takjub, wow......., upaya branding kedua kita lakukan dengan menunjukan kestabilan ekonomi makro dan memberikan contoh bagaimana Indonesia dengan canggihnya menyelesaikan masalah mereka. wow.........terdengar ketakjuban dimana mana. Ketiga, kita branding Indonesia dengan mudahnya berinvestasi di Indonesia beserta insentifnya, wow..........terdengar kekaguman lagi. TAPI....begitu tanya jawab, dan network making session tidak ada pertanyaan yang berarti, semua terdengar asal tanya dan minta kartu nama saja.

Di tengah kebingungan dan keputusasaan untuk membangun citra Indonesia yang menggigit, akhirnya ditemukan suatu pola. Ternyata hampir di setiap presentasi dan promosi, selalu ada celetukan, suit - suitan, dan bahkan pertanyaan yang malu - malu (tapi selalu ada), yaitu : Why Indonesian Woman is Beautiful, Unlike M**ay*ian, its like everyone of you can be an actress (summary dari semua pernyataan). Bahkan ngga sedikit yang minta dicariin istri (true story!).

Akhirnya kita mengubah pola presentasi, yaitu dengan "Indonesian Beauty" sebagai attention grabber., yaitu mengedit video promosi ekonomi Indonesia yang isinya wanita - wanita dengan kecantikan asli Indonesia. Dimana wanita Indonesia disamping terlihat anggun, tapi juga profesional, dan berdedikasi tinggi, dan juga AGATHA style (anak gaool jakarta :))

 Hasilnya luar biasa !!! akhirnya banyak pertanyaan - pertanyaan yang terlihat sincere. Dan ketika di awal, sebagai intermezzo acara diputarkan video clip raisa yang bahasa inggris, semuanya pada nanya....wuidih saha eta neng geulis (terjemahan langsung), dan suara dan lagunya enak banget. Tanpa sengaja kita sudah promosi ekonomi kreatif.

Setelah dipikir - pikir, brand association wanita cantik/pria ganteng dan motivasi pengenalan kita terhadap suatu negara juga kena banget ke orang - orang Indonesia. Udah berapa ibu rumah tangga dan ABG yang tumbang oleh drama korea yang dibintangi laki - laki yang kejantanannya dipertanyakan tapi berponi menawan. Efek dari itu, begitu banyak drama korea diunduh, dibeli, dan diedarkan. Efek dari itu, berapa banyak wanita - wanita memaksakan diri belajar bahasa korea, yang secara fungsi adalah bahasa yang cuman bisa dipake di Korea. Percaya tidak percaya.....banyak sekali wanita - wanita berlogat purbalingga....manggil tetangga lakinya yang suka narik becak dan ojek liar dengan panggilan.....OPPA! (hoek banget ngga sih). Dengan suatu negara dikenal dengan baik dan dijadikan basis fanatisme, hal tersebut berpengaruh pada produk - produk dan APAPUN yang berasosiasi dengan negara tersebut.

Mudah mudahan ini awal dari gema branding Indonesia yang kuat di negara "down under" Afrika ini.




7 comments:

  1. Jualan tampang duluan emang ngena ya Dib

    ReplyDelete
  2. Yah baru mikir sekarang.. Katanya fansnya afgan. Kan udah diajarin sama afgan. "Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku".. :))

    ReplyDelete
  3. Mantab analisa dan tulisannya, pak. Jadi inget materi perkuliahan dulu. Klo boleh saya share ya di sosmed...

    ReplyDelete
  4. Nice article! Setiap gw ketemu dengan counterpart dari Kadin2 Polandia pertanyaan pertama yang gw ajukan adalah "kata apa yang pertama kali muncul dalam benak anda ketika saya sebut Indonesia". Miris banget ketika mendengar jawaban "tsunami and earthquake".

    Pendekatan gw agak beda untuk menunjukkan potensi Indonesia, lebih dengan menggambarkan Indonesia yang modern. Mereka sampai terkagum tidak menyangka bahwa Indonesia merupakan negara "maju".

    ReplyDelete